Sesejuk hati dan pikiran kita
Sepagi itu, berjalanlah menuruni pegunungan dingin dan sejuk yang sudah kami tinggali hingga lebih dari 4 dasawarsa ini. Memikul tugas dan kewajiban yang harus disetorkan di kota sana. Menunggu sejenak ditempat tujuan yang kami inginkan. Kata bapak yang "mbaurekso". Ditunggu saja. Menunggu detik demi detik yang akhirnya belum mendapatkan hasil, kamipun kembali ke peraduan kami.
Ditengah jalan... Terhenti sejenak.. Dihamparan pematang sawah... Sungguh sejuk dipandang mata, diterangi cakrawala siang hari, langit Lazuardi pun tak lekang menentramkan hati kami, tak apalah kami pergi belum mendapatkan apa yang kami cari. Tapi tetaplah bersemangat dan berusaha sekuat tenaga kita, agar tak lekang oleh waktu.

Komentar
Posting Komentar