Sebuah Harapan

Memulai rentetan panjang, awalnya dari hanya langkah-langkah kecil yang tak mungkin menepi, apalagi menepis setiap qodrati. Jalannya seiring laku jalan yang telah digariskan. Sehingga menuju sudut jalan, yang mungkin tak sepaham, asal jangan saling menyalahkan. Saling rukun, tulus dalam berkasih sayang. Saling menyapa meskipun berbeda pikir dalam otak kita. 
Sesampainya diujung ruang_waktu. Kami pun merangkak menuju tujuan yang pasti. Menapak jalanan yang entah sepi, sunyi, senyap, mengalahkan rasa yang bergejolak di dalam sanubari. 
Salah satu perwujudan kasih dengan mengajari, melatih meskipun tertatih, karena raga perlu sukma, raga perlu jiwa, yang kokoh. 
Terlihat sederhana namun dalamnya melebihi palung di tengah samudra. Terimakasih kepada Sang Maha Pencipta Alam, kami masih diberikan udara segar tanpa perlu bersusah peluh. 
Nikmatilah setiap detik perjalananmu nak, jangan berputus asa, lakukan yang terbaik, hingga jiwamu menjadi kuat dan kokoh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hobby berenang

Pecinta burung

Berlatih dan berjuang