Pengumpulan Tugas 3
Menurut beliau, semua penulis punya alasan yang berbeda
namun memiliki tujuan yang sama yaitu belajar, menimba ilmu, hingga akhirnya
bisa menulis buku.
Menurut beliau kita harus fokus pada bagaimana menggali potensi untuk mengukir prestasi. Kenapa?
pastinya jawabannya sederhana saja. Kita bisa mulai
dengan apa yang kita sukai. Setiap
manusia diberikan kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang
dimiliki untuk meraih prestasi. Sebagai contoh, saya suka menulis maka saya
menekuni dunia tulis. Saya menulis dari apa yang saya sukai, apa yang kita
alami, atau apa yang kita kuasai. Kita bisa menulis puisi, pantun, cerpen,
novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri. Begitu ujar Ibu Aam
Banyak hal yang diutaran oleb beliau diantaranya untuk penulis pemula swmacam saya, banyak sekali kendala untuk memulai tulisan karena takut tulisan jelek, takut dibully, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draf dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja. Menurut beliau juga memiliki pengalaman dan merasakan hal yang sama saat pertama kali baliau bergabung di dalam kelas ini. Beliau bahkan dulu bergabung di gelombang 8 dan tidak lulus. Namun, beliau mencoba memupuk kembali rasa semangat dalam diri hingga memutuskan untuk mengulang kelas dan lulus di Gelombang 12
Beliau menegaskan bahwa semangat yang berkobar saat menerima materi dari Bunda Kanjeng, hingga berbuah buku antologi dengan judul Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng. Bahagia rasanya, nama Ibu Aam ada di urutan pertama dari 42 penulis se-Indonesia.
Beliau menjelaskan bahwa Buku antologi adalah
buku yang ditulis bersama dengan biaya keroyokan/patungan.
Karya beliau salah satunya yang terbaik adalah Buku adalah mahkota seorang penulis. Oleh karena itu setelah
lulus dari BM 12, buku solo Ibu Aam kemudian lahir.
Kata-kata beliau yang membuat saya kuat adalah. "Di mulai dari mimpi, akhirnya buku pertama Ibu Aam bisa
terbit dan keliling Indonesia karena banyak peserta yang memesan buku itu untuk
dijadikan panduan membuat buku hasil resume".
Karier terbaru beliau adalah berupa Buku solo pertama Ibu Aam yang berjudul MENGUKIR MIMPI JADI
PENULIS HEBAT terbit bulan Agustus 2020.
Beliau menceritakan bagaimana Saat beliau lulus dari KBMN 12, Ibu Aam mengabdikan diri menjadi
Tim Solid Omjay dan bertugas menjadi moderator di kelas belajar menulis dan
kelas belajar bicara. Sayang kalau kisah ini terlewat begitu saja maka
terbitlah buku solo kedua saya yang berjudul KUNCI SUKSES MENJADI MODERTOR
ONLINE.
Bagi saya beliau sangat istimewa..
Beliau juga memiliki figur terbaik sebagai panutannya yaitu Om Jay. Belajar dari Om jay, beliau selalu menulis setiap hari dan mengabadikan menjadi buku. Ibu Aam mengikuti jejak beliau untuk membukukan stiap pengalaman supaya menjadi jejak literasi kita
Kesimpulannya adalah bahwa semua penulis punya alasan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu belajar, menimba ilmu, hingga akhirnya bisa menulis buku.
Salah satu perjuangan beliau adalah mengasah menulis. Untuk mengasah keterampilan menulis, Ibu Aam mengikuti tantangan menulis.
Buku solo yang ketiga akhirnya lahir dan berkisah tentang bagaimana
penulis konsisten menulis selama 28 hari tanpa jeda yang di isinya berharap
bisa memberikan inspirasi melalui tulisan.
Usai mengikuti kelas BM 12, Ibu Aam mendapat tawaran dari Bunda
Kanjeng menjadi kurator atau penanggung jawab buku. Hampir setiap angkatan
KBMN, melahirkan buku antologi bersama Bu Kanjeng dimana beliau menjadi kurato
Setelah menjadi kurator, Ibu Aam menerima satu naskah novel
dari Juminah, seorang murid yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi yang
merelakan masa remajanya menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai
sekolah adik-adiknya. Novel ini dikirim melalui WA dan butuh proses membukukan
naskah hingga menjadi novel kisah cinta yang menarik yang siap dibaca.
Ini buku hasil karya murid Ibu Aam.Muridnya lebih dulu membuat
novel daripada gurunya. Belaiu sampai
terharu membaca kisah novel cinta Juminah. Begitu besar perjuangannya selama 5
tahun di negeri orang hingga menemukan cinta sejatinya

Terima kasih sudah membuat resumenya. Sebagai masukan, bunda bisa mengambil satu sisi yang paling menarik dari materi narasumber ya. 💪🏻
BalasHapusSiaap ibu..
BalasHapusSaya masih belajar bu..
Mohon bimbingannya..
Sukses selalu ibu..
Siapp. Semangat terus ya
BalasHapus