Sepenggal kata
Lukisan syahdu terlihat matang,
Untuk jiwa dalam kesunyian.
Lekuk-lekuk goresnya enggan,
Untukku meneriakkan kata demi kata bersejarah.
Inilah perjalanan hidup raga,
Namun, dimanakah jiwa yang menyatukannya?
Mampukah tetap berjalan perlahan,
Atau terhenti di persimpangan?
Akankah tertatih tanpa batas,
Kan menembus luasnya cakrawala?
Nun jauh sampai sana,
Untuk genggam sejuta asa.
Nantinya di hari bahagia,
Kita akan menari dalam cahaya,
Menyatukan semua harapan dan rasa,
Dalam pelukan waktu yang takkan sirna
Komentar
Posting Komentar